Showing posts with label Baterai Laptop. Show all posts
Showing posts with label Baterai Laptop. Show all posts

Inilah Perbedaan Windows 32bit dan 64bit yang Pasti Belum Kamu Ketahui

05 February Add Comment


Windows adalah sistem operasi yang paling populer di Indonesia. Penggunanya sudah tidak terhitung lagi karena mayoritas laptop atau komputer menggunakan sistem operasi ini. Ada banyak jenis dan tipe Windows yang digunakan di Indonesia dan selain itu ada juga basis sistem yang berbeda di antara Windows ini.
Sejauh ini ada dua basis sistem yang berbeda yaitu 32 bit dan 64 bit. Kadang pengguna tidak memerhatikan basis Windows yang digunakan ini, apakah 32 bit atau 64 bit. Padahal untuk penggunaan, ada perbedaan di antara keduanya dan perbedaan tersebut akan berdampak pada kinerja. Sebenarnya apa saja perbedaan serta kelebihan dan kekurangan Windows 32 bit dan 64 bit? Berikut ini adalah ulasannya.

Perbedaan Windows 32 bit dan 64 bit

1. Jumlah RAM yang Dapat Digunakan


Perbedaan mendasar yang paling banyak diketahui oleh para pengguna adalah jumlah maksimal RAM yang bisa digunakan. Setiap basis sistem memiliki batasan yang berbeda. Untuk Windows berbasis 32 bit memiliki jumlah batasan RAM yang lebih kecil dari pada 64 bit. Windows 32 bit memiliki batas maksimal penggunaan RAM hanya kurang dari 4GB (sekitar 3,2 GB) dan akan bekerja lebih optimal ketika menggunakan RAM 1 atau 2 GB. Sedangkan Windows 64 bit dapat membaca hingga lebih dari 4GB RAM. Jika pada Windows 32 bit dipasangkan RAM sebesar 4GB maka yang akan terbaca hanya hingga 3GB saja. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan arsitektur prosesor antara 32 bit dan 64 bit.

2. Performa 32 bit dan 64 bit


Perbedaan basis sistem Windows 32 dan 64 bit sebenarnya ditentukan oleh kemampuan prosesornya. Tentu saja jika dibandingkan, teknologi prosesor 64 bit lebih baru dari pada 32 bit. Windows 32 bit dengan prosesor 32 bit juga, memiliki kemampuan berada di bawah 64 bit. Sehingga kombinasi Windows dan prosesor ini hanya cocok untuk melakukan pekerjaan ringan dan membuka aplikasi yang tidak terlalu berat. Sedangkan Windows dan prosesor 64 bit cocok digunakan untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih berat seperti desain, videoediting, dll.

3. Kemampuan dalam Memproses Data


Perbedaan arsitektur pada Windows dan prosesor 32 dan 64 bit tentu akan sangat berpengaruh pada performa komputer itu sendiri. Angka 32 dan 64 sebenarnya mewakili jumlah data yang dapat diproses dalam satu kali putaran. 32 bit artinya ketika melakukan satu kali proses, data yang dimuat adalah sebesar 32 bit. Jadi dalam satu kali pemrosesan data, Windows, dan prosesor 64 bit lebih cepat dan maksimal.

4. Kompatibilatas Software

Perbedaan yang cukup berpengaruh juga adalah kompatibilitas software yang dapat digunakan. Windows 32 bit tidak akan bisa menjalankan software 64 bit. Sedangkan Windows 64 bit lebih leluasa karena dapat menjalankan software 32 maupun 64 bit.

Kelebihan dan Kekurangan Windows 32 dan 64 bit

Kelebihan Windows 32 bit :

  • Dapat menjalankan software dan aplikasi lawas dengan basis 16 bit.
  • Lebih kompatibel dengan driver yang lebih lama. Cocok untuk laptop atau komputer lawas.
  • Dapat bekerja dengan optimal meski hanya dengan RAM 2GB

Kekurangan Windows 32 bit :

  • Hanya sedikit software baru yang kompatibel
  • Tidak bisa menggunakan RAM lebih dari 4GB
  • Tidak bisa digunakan untuk software berat seperti After Effects

Kelebihan Windows 64 bit :

  • Lebih cepat dan efisien
  • Mampu membuat kinerja prosesor lebih optimal
  • Dapat menjalankan software 32 bit
  • Cocok untuk menjalankan software terbaru yang mengutamakan grafis

Kekurangan Windows 64 bit :

  • Tidak cocok untuk PC lawas
(JalanTikus)

Akibat Sering Melepas Baterai Laptop !

04 February Add Comment

Kenapa Gak Bisa Lepas Baterai Laptop?

Kenapa Gak Bisa Lepas Baterai
Karena kalo dicharge bukan bikin ngedrop, bahkan untuk mengisi battery.
Dalam artian, mengisi battery di sini bukan mengisi sampai gembung yah ..
tapi mengisi kekurangan daya battery menjadi full, jika battery sudah full, tidak charging lagi, melainkan battery stand by ini disebut (floating voltage).

memang jaman dahulu battery tidak memliki controller floating, yang menyebabkan battery harus dicabut setelah penuh, tapi sekarang rata2 sudah menggunakan system itu

Menurut saya, mending battery dipasang aja ke laptop.
lalu adaptornya juga wajib dipasang (adaptornya usahakan merek asli dari laptop).
yah kalo laptopnya sudah di shutdown cabut aja adaptornya.
Usahakan battery tidak terkena udara panas.

Saya pernah mendengar pendapat aneh lagi ..
"Jika battery sudah penuh, harus dicabut adaptornya"
Ini lebih parah lagi. karena setiap battery itu memiliki cycle count.
semakin sering charging (pengisian) lalu discharging (pengosongan) akan mengurangi cycle count itu. jika cycle count nya sudah melebihi batas yang ditentukan, efeknya battery drop.

Laptop lebih baik menggunakan battery dan charger di colok ke listrik.
Karena produsen2 laptop memang menganjurkan demikian, dan sudah mendesign laptop seperti itu, jadi jika battery full biarin aja adaptornya dicolok ke listrik ga usah dicabut, karena battery2 laptop sudah memiliki controll battery jika sudah penuh akan stop charging.

Comment:
Baterai saya simpan (tidak dipasang di laptop) setelah beberapa waktu kok tidak bisa dipakai lagi. Karena KATA ORANG kalau baterai mau awet lebih baik dicabut:

Jawaban:
Didalam BOARD BATTERY ada "self discharge / day" parameter dimana ketika battery tidak dipakai akan mengurangi "Current Capacity" di BOARD BATTERY, dimana ada minimum CURRENT CAPACITY yang di ijinkan oleh BOARD BATTERY. Bila terlalu rendah maka BOARD BATTERY akan mengaktifkan SAFETY CIRCUIT, alias bunuh diri.

Comment:
iya kasus nya temen ane noh gan, sering copot batere malah mainboard nya kena
pas ganti harganya 2,5 jt-an
gw sih mending ganti batere aja dari pada mainboard
batere paling ori nya 600-800-an

Kalibrasi Itu Banyak Efeknya Lho ..
1. Cycle count berkurang 1 cycle.
2. disaat discharge (pengosongan) tegangan battery akan menurun, dengan rumus V = IR kita tahu jika tegangan turun, otomatis I (current) yang akan naik. Jika laptop masih baru sih bolehlah dikalibrasi karena komponen2 nya masih bagus2. Bagaimana dengan laptop tua yang komponen2 nya sudah lemah ??? ini musibah.
3. Disaat charging (pengisian) akan membutuhkan power yang sangat besar ..
kembali lagi ke laptop tua, ini akan berakibat rusaknya DC / DC Converter di Mobo dan Controlling Battery di battery.
Di atas adalah efek dari recondition / kalibrasi battery.

Manfaat kalibrasi battery:
1. Pembacaan Battery akan sedikit nyata (bukan sempurna betul yaa)

Saran Nich Saat Beli Laptop
1. Desain laptop SANGAT berpengaruh terhadap daya tahan baterai.
Perhatikan posisi fan exhaust laptop agan2. Kalau sangat dekat dengan posisi baterai, atau air flow berantakan, siap-siaplah untuk membeli baterai baru. Bukan nakut-nakutin, tapi ini pengalaman pribadi.
LINK

2. Karena panas merupakan musuh utama baterai Lithium (Li-Ion) ada baiknya menggunakan perangkat pendingin notebook seperti external cooling notebook.

Kelebihan Dan Kekurangan Li-Ion Baterai
Kelebihan:
* Ringan. Elektroda baterai terbuat dari Lithium dan karbon. Lithium adalah elemen yang bisa menyimpan energi dalam ikatan atomnya.
* Bertenaga. Dalam 1 kg baterai Li-Ion dapat menyimpan 150 watt-jam. Sedangkan 1kg batterai NiMH (nickel-metal hydride) hanya mampu menyimpan 100 watt-jam
* Kuat. Baterai Li-Ion setiap bulannya akan kehilangan 5% isinya, sedangkan batterai NiMH akan kehilangan 20%
* Awet. Baterai ini mampu melakukan ratusan kali siklus isi dan kuras.
* Tidak perlu menunggu baterai benar-benar habis untuk mengisi ulang

Kekurangan:
* Baterai Li-Ion ini umumnya bisa bertahan 2 s / d 3 tahun sejak keluar dari pabriknya, baik digunakan atau tidak digunakan.
* Baterai ini tidak tahan suhu tinggi, sehingga dia akan cepat aus bila sering digunakan pada suhu tinggi.
* Baterai ini akan berakhir usianya ketika Anda menggunakannya sampai kosong sama sekali.
* Harga lebih mahal, karena memiliki beberapa komponen onboard didalamnya.
* Ada kemungkinan, meskipun sangat kecil, baterai ini meledak & terbakar. Dari berbagai berita, hal ini hanya terjadi pada 2 dari 3 dalam 1 juta baterai. Namun saat ini baterai jenis ini sudah dilengkapi sensor suhu sehingga jaringan kecil didalamnya akan memutuskan aliran listrik ketika suhu meningkat panas pada saat pengisian atau pemakaian dan berusaha mendinginkannya.

Kesimpulannya:
1. Saat Pertama Kali Membeli Laptop, Cas Baterai skitar 4 - 8 jam, karena baterai yg tidak dipakai dalam jangka waktu lama (digudang) Sebaiknya Di cas terlebih dahulu.

2. Setiap Menggunakan Laptop lebih baik jika power adaptor tetap terpasang (di Cas terus) Karena batrei tipe-tipe BARU SEKARANG memiliki controll BATTERY artinya "jika Full, baterai akan stop charging (stand by) jadi laptop otomatis langsung pakai power listrik, Dan Juga Tidak Membuat Baterai Soak / Kembung ".

3. Jangan Melakukan sistem CDC (Charge Discharge) = "Apabila baterai penuh cabut adaptor, Dan setelah habis pasang adaptor".

4. Baterai jangan di KALIBRASI (pengosong isi baterai sampai habis 0%) karena banyak effeknya ke baterai (Cycle Count)

5. Jangan pernah LEPAS BATERAI (baterai jgn disimpan, menggunakan power listrik langsung), apabila tiba2 listrik mati perangkat laptop terjadi konsleting (LCD, mobo, dll) dan mengakibatkan kerusakan laptop. Selain Itu baterai juga mengontrol arus listrik yg masuk sebelum ke perangkat yg lain.

6. 5 menit Sebelum Memakai laptop pasang adaptor, 5 menit setelah Laptop dimatikan cabut adaptor.

7. Saat Menggunakan Batrei (portabel / tanpa di cas), hindari (Maen Game, Putar DVD / CD, software2 Grafis Tinggi). Jika Masih Ada Power Listrk mendingan di cas aja.


KESIMPULAN SAYA:
• Gunakan laptop seperti cara kerja PC, jika gak ada listrik matikan saja
• Suatu Saat Kerja Batrei pasti akan menurun, Mending Rusak Baterai Dari Rusak LAPTOP ato hardware lainnya ..

Sumber (Bowo Wirananda)